JENIS - JENIS MASALAH SISWA DI SEKOLAH DASAR
Pengertian Masalah
Dalam kehidupan, manusia sering kali dihadapkan oleh masalah. Berbagai macam masalah hadir tanpa diundang ke kehidupan kita. Masalah sering kali dikaitkan dengan kesialan dan juga bencana. Padahal, jika dikaji lebih mendalam lagi mengenai hakekat dasar dari masalah, masalah sebenarnya tidak melulu menghasilkan dampak negatif. Terkadang masalah hadir sebagai bentuk peluang untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang ada dalam diri sendiri.
Berbicara mengenai masalah, tidak akan terlepas dari pengertian masalah itu sendiri. Meskipun manusia selalu berhadapan dengan masalah, akan tetapi tidak sedikit manusia yang tidak memahami definisi masalah itu sendiri. Lantas, apa sih sebenarnya masalah itu?
Pengertian Masalah Menurut Para Ahli
Berikut ini merupakan beberapa definisi masalah menurut para ahli yang cukup populer :
1. Irmansyah Effendi
Menurut Irmasyah Effendi, masalah adalah pelajaran ketika Anda sadar sebagai kesadaran jiwa, Anda dapat melihat dengan mudah berbagai kelemahan dan masalah dalam hidup Anda.
2. Hudojo
Menurut Hudojo, masalah merupakan pertanyaan kepada seseorang yang mana orang itu tidak memiliki hukum yang dapat digunakan dengan segera untuk menemukan jawatan dari pertanyaan tersebut.
3. Abdul Cholil
Menurut Abdul Cholil, masalah adalah bagian kecil dari kehidupan. Setiap manusia pasti pernah memiliki dan menghadapi masalah baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang bersumber dari orang lain.
Ciri - Ciri Masalah
Sebuah masalah mempunyai ciri –ciri, Prayitno (1985) mengemukakan ciri-ciri masalah ialah:
1. Masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya.
2. Menimbulkan kesulitan bagi dirii sendiri atau bagi orang lain.
3. Ingin (perlu) dihilangkan.
Jenis - Jenis Masalah Pada Umumnya
1. Masalah Emosi
Emosi remaja sering kali sangat kuat, tidak terkendali, dan tampak rasional. Hal ini dapat dilihat dari gejala seperti mudah marah dan dirangsang, emosi meledak - ledak, dan tidak mampu mengendalikan perasaan. Cara pendekatannya misal: dengan pelayanan melalui program layanan informasi, layanan konseling, dan layanan bimbingan dan konseling kelompok.
2. Masalah Penyesuaian Diri
Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis baik sesama remaja maupun dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Yang terjadi yaitu masalah pergaulan dengan lingkungannya seperti berada dalam kelompok obat terlarang, minuman keras, dan perilaku negatif lainnya. Makak dengan itu sekolah harus mampu membantu dalam penyesuain dirinya. Melalui penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pembinaan bakat dan minat baik lewat kegiatan kurikuler maupun kokurikuler di sekolah, diharapkan dapat mencegah dan mengatasi kesalahan pergaulan.
3. Masalah Perilaku Sosial
Tanda - tandanya dapat dilihat dari diskriminasi terhadap mereka yang berlatar belakang ras, agama atau sosial ekonomi yang berbeda. Untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut ialah sekolah membuat kegiatan yang bersifat kelompo dengan tanpa melihat latar belakang suku, agama, dan sosial ekonomi. Sekolah harus memperlakukan siswa secara sama dan tidak membeda-bedakan siswa dengan yang lainnya.
4. Masalah Moral
Masalah moral remaja ini dapat ditandai dengan remaja tidak mampu membedakan yang benar dan salah. Hal ini disebabkan karena ketidak konsistenan dalam konsep benar dan salah yang ditemukan dalam kehidupan sehari -harinya. Maka seharusnya sekolah mampu menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan meningkatkan pendidikan budi pekerti.
5. Masalah Keluarga
Keluarga memberikan pendekatan, perhatian dan kasih sayang yang lebih karena itu juga sudah menjadi hak terima anak masing – masing.
Sikap dan perilaku anak - anak yang dialami murid di sekolah dasar bisa bermacam - macam, hal tersebut karena adanya suatu masalah dapat juga mengganggu tugas - tugas perkembangan anak pada fase berikutnya yaitu fase masa puber dan sebagai akibatnya, anak akan mengalami gangguan dalam menjalani kehidupan.
1. Kemampuan Akademik
Yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
2. Ketercepatan Dalam Belajar
Keadaan siswa yang memiliki IQ 130 atau lebih tetapi masih memerlukan tugas – tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan atau kemampuan belajar yanag amat tinggi itu.
3. Sangat Lambat Dalam Belajar
Keadaan siswa yang memiliki akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau pengajaran khusus.
4. Kurang Motivasi Dalam Belajar
Keadaan siswa yang kurang bersemangat dalam belajar mereka seolah – olah tampak jera dan malas.
5. Bersikap dan Berkebiasaan Buruk Dalam Belajar
Kondisi siswa yang perbuatan dan kegiatan belajarnya sehari – hari antagonistic dengan yang seharusnya, seperti suka menunda – nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal – hal yang tidak diketahuinya dan sebagainya.
Masalah Gangguan Sosial Emosional Siswa
Adapun masalah - masalah siswa yang umumnya ditemukan dalam proses belajar,yaitu masalah gangguan sosial emosional, contoh :
1. Anak Hiperaktif
Anak ini cenderung tidak bisa diam dan tidak bisa duduk diam. Anak tipe ini sulit untuk dikontrol dan ia selalu melakukan aktivitas sesuai dengan kemauannya sendiri. Ia juga suka mengganggu temannya bahkan gurunya.
2. DISTRACTIBILITY CHILD
Anak cenderung cepat bosan dan ia sering kali mengalihkan perhatiannya ke berbagai objek lain di kelas. Tipe anak ini mudah dipengaruhi, namun tidak dapat memusatkan perhatian pada kegiatan - kegiatan yang berlangsung di kelas.
3. POOR SELF CONCEPT
Anak cenderung pendiam di kelas, pasif, atau sangat perasa sehingga mudah tersinggung. Karakteristik anak seperti ini cenderung bertanya atau menjawab, serta merasa dirinya tidak mampu. Anak tipe ini kurang bergaul serta suka menyendiri, berasa ia mempunyai dunia sendiri.
4. ANAK IMPULSIF
Anak yang cepat bereaksi setiap guru memberi pertanyaan di kelas. Namun, jawaban yang sering kali tidak menunjukkan kemampuan berpikir yang logis. Anak seperti ini ingin menunjukkan bahwa ia adalah anak yang pandai, padahal cara anak itu menjawab justru mencerminkan ketidakmampunya.
5. ANAK DESTRUCTIVE BEHAVIOR
Siswa yang suka merusak benda - benda yang ada di sekitarnya. Sikap agresif yang negatif dalam bentuk membanting dan melempar menunjukkan bahwa anak ini adalah anak yang bermasalah atau trouble maker. Anak tipe ini cepat tersinggung dan bertemperamen tinggi yang mengarah kepada perilaku agresif.
Materi lengkapnya ada di PPT JENIS JENIS MASALAH SISWA SD
Adapun beberapa bimbingan konseling yang bisa membantu untuk mengatasi beberapa jenis masalah yang ada pada siswa sekolah dasar yaitu jenis bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok ini bisa meringankan anak untuk mencari solusinya. Biasanya anak mendapatkan masalah karena lingkungan sekitarnya. Dengan itu guru bk sekolah dasar harus mampu mencari solusinya dengan melalui pendekatan kelompok maupun individu. Berikut contoh pendekatan atau bimbingan konseling kelompok :






Komentar
Posting Komentar